PHP, Memberi Nilai pada Variabel
Untuk menyimpan suatu data kedalam sebuah variabel, anda harus mendefiniskan atau memberikan nilai / data ke variabel tersebut. Contoh sintaksnya begini : $nama_variabel = nilai / data;
Contoh Pengunaannya dalam aplikasi :
<?php //Contoh memberikan nilai / data pada variabel $tulisan = "Ini contoh tulisan"; //Tipe datanya String $bilangan = 30;//Tanpa tanda petik. Tipe datanya Integer $desimal = 4.8;//Tanpa tanda petik. Tipe datanya Double //Coba kita tampilkan ?>
Catatan :
Data / Nilai yang disikan pada variabel memiliki jenis-jenis tertentu yang dikelan dengan tipe data. Ada beberapa tipe data pada PHP, yaitu Boolean, Integer, Double, String, Array, Object, Resource dan NULL.
- Integer adalah data yang berupa bilangan bulat, misalnya 10, 20, atau 100.
- Doubel adalah data yang berupa blangan desimal. Dalam penulisan pemisah desimal, gunakan tanda titik, bukan koma seperti dalam bahasa Indonesia. Misalnya 3.14, 1.5
- String adalah data yang berupa tulisan / teks / karakter. Tulisan tersebut ditulis harus dengan diapit oleh tanda petik ganda atau petik tunggal (sama saja), misalnya "Belajar PHP".
Setiap kali mengisikan data atau nilai ke sebuah variabel, PHP secara otomatis akan mengenali tipe-tipe data, sehingga anda tidak perlu repot-repot lagi untuk menentukan tipe datanya. Jadi tidak seperti pascal yang mengharuskan pemrogram memberikan keterangan tentang tipe data dari sebuah variabel.
Menulis Variabel di PHP
Dalam membuat subah program, pastinya kita tidak terlepas dari yang namanya variabel. Begitupun juga dengan bahasa PHP. Ada beberapa aturan dalam memberikan nama variabel dalam PHP yang harus kita ketahui sebelum mulai membuat sebuah program.
- Variabel dalam PHP selalu diawali dengan tandan dolar ($), dan diikuti dengan nama variabel yang diinginkan.
- Hanya ada tiga jenis karakter yang diperbolehkan dalam penamaan sebuah variabel. Yaitu Huruf, Angka dan garis bawah ( _ ).
- Karakter pertama sebuah nama variabel setelah tanda $ harus berupa huruf atau garis bawah, tidak boleh yang lain. Ingat, tidak boleh yang lain.
- Jika nama variabel lebih dari satu kata, jangan ada spasi diantara kedua kata tersebut. Gabungkan aja jadi satu, atau kasih tanda _ .
Contohnya begini :
<?php $_coba; $test; $coba_saja; ?>
Sekarang coba anda jalankan script diatas melalui browser. Apabila anda benar dalam menuliskan variabelnya, maka pasti tidak akan muncul pesan error.
Selamat Mencoba.
Kenapa anda harus memilih hosting berbayar untuk blog anda?
Pilih Blog Gratisan, atau beli hosting sendiri ?
Mungkin pertanyaan ini seringkali membingungkan bagi anda yang baru mulai membuat / memiliki sebuah blog. Sedikit ulasan ini semoga bermanfaat bagi anda agar tidak bingung lagi untuk menentukan, mau buat blog yang gratisan atau mau beli hosting sendiri.
1. Alamat atau URL
Hosting blog dengan hosting berbayar dan domain sendiri, memberikan kesan profesional pada pengunjung, karena anda bisa memakai nama domain anda sendiri sebagai nama website anda. Jika anda menggunakan fasilitas dari blog gratisan, maka dari segi alamat aja sudah akan kelihatan kurang profesional karena alamatnya terlalu panjang. Hal ini tentunya akan menyulitkan pengunjung untuk mengingat alamat dari blog anda.
2. Desain atau Tampilan
Keuntungan lain jika anda memilih hosting berbayar adalah anda akan mempunyai kebebasan untuk menentukan tampilan dari blog anda. Anda mempunyai kontrol penuh terhadap tampilan dari blog anda. Berbeda jika anda menggunakan fasilitas dari blog yang free yang kebanyakan mengharuskan anda untuk mengikuti aturan-aturan mereka.

Memang tidak mudah untuk memulai sesuai yang baru. Tapi jika kita tidak pernah mau mencoba, lantas kapan kita bisa maju...??? Baca dan Praktek kan, itulah kuncinya jika kita ingin memahami sesuatu. 